Banyak cara membuka mata batin agar kita mampu melihat berbagai kegaiban. Salah satunya adalah dengan ramuan alami (tradisional).
Cara 1 :
Carilah rumput SULANJANA, campur dengar adas terus di ulek dan setelah itu dioleskan ke kelopak mata bagian atas. Insya Allah langsung bisa lihat alam gaib.
Cara 2 :
Dengan ramuan APU KUNIR yaitu campuran kapur sirih (bisa beli di tukang rampe/bunga pasti) dengan parutan kunir. Di oleskan tiap malam jumat kliwon ke kelopak mata bagian atas. Setelah 40x jumat kliwon, mata batin anda akan terbuka. Insya Allah
Keterangan : rumput sulanjana biasanya terdapat di gunung Selamet-Purwokerto-Jawa Tengah atau anda bisa cari di sarang burung gagak atau perkebunan-perkebunan lainnya.
Tampilkan postingan dengan label horor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label horor. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Mei 2012
Misteri Batu Menangis di Magelang
Berita aneh dan mistik mengiringi bencana erupsi merapi, saat ini datang dari magelang, Dikabarkan ada 3 batu menangis , batu ini merupakan bawaan lahar dingin yang menerpa di Jalan Jogja magelang. ketiga batu itu kini berada di pinggir Jalan Raya Magelang-Yogya Km 23.

Ketiganya berwarna sama yakni hitam kemerah-merahan. Salah satu warga setempat, Musrifah mengatakan, awalnya batu-batu itu sama seperti batu lainnya. Batu itu mulai terus ‘menangis’ ketika salah satu penambang pasir bernama Sutarno, mencoba memecahnya. “Sejak itu, batu-batu itu terus menerus mengeluarkan air. Sampai sekarang nggak kering-kering,” kata Musrifah. Bahkan yang lebih mengherankan, Sutarno langsung sakit panas tinggi selama tiga hari.
Menurut Musrifah, Sutarno baru sembuh setelah diminta oleh orang pintar setempat untuk minta maaf. “Baru setelah itu dia sembuh,” kata Musrifah. Warga yang mendengar hal itu lantas menghentikan aktivitas menambangnya. Tiga batu itu lantas dipindahkan bersama batu-batu yang lain.
Warga semakin heran ketika berhari-hari, air yang keluar dari ketiga batu itu tidak kering-kering. Padahal batu-batu lainnya, sudah kering, apalagi cuaca beberapa hari ini sangat terik.
“Kita juga heran kok nggak kering-kering kayak batu lainnya. Ini lihat saja, pasir yang ada di bawah batu itu masih basah, padahal pasir di sekitarnya kering semua,” kata Musrifah.
Apakah warga percaya ini batu gaib? “Ya mungkin kan selama ini Merapi sering ditambang tapi tidak dijaga, jadi mungkin batu-batu ini merasa teraniaya dan menangis,” kata Musrifah.
Ketiganya berwarna sama yakni hitam kemerah-merahan. Salah satu warga setempat, Musrifah mengatakan, awalnya batu-batu itu sama seperti batu lainnya. Batu itu mulai terus ‘menangis’ ketika salah satu penambang pasir bernama Sutarno, mencoba memecahnya. “Sejak itu, batu-batu itu terus menerus mengeluarkan air. Sampai sekarang nggak kering-kering,” kata Musrifah. Bahkan yang lebih mengherankan, Sutarno langsung sakit panas tinggi selama tiga hari.
Menurut Musrifah, Sutarno baru sembuh setelah diminta oleh orang pintar setempat untuk minta maaf. “Baru setelah itu dia sembuh,” kata Musrifah. Warga yang mendengar hal itu lantas menghentikan aktivitas menambangnya. Tiga batu itu lantas dipindahkan bersama batu-batu yang lain.
Warga semakin heran ketika berhari-hari, air yang keluar dari ketiga batu itu tidak kering-kering. Padahal batu-batu lainnya, sudah kering, apalagi cuaca beberapa hari ini sangat terik.
“Kita juga heran kok nggak kering-kering kayak batu lainnya. Ini lihat saja, pasir yang ada di bawah batu itu masih basah, padahal pasir di sekitarnya kering semua,” kata Musrifah.
Apakah warga percaya ini batu gaib? “Ya mungkin kan selama ini Merapi sering ditambang tapi tidak dijaga, jadi mungkin batu-batu ini merasa teraniaya dan menangis,” kata Musrifah.
Rumah Tahanan Polres Magelang
Dua Sel Dhemit di Polres Magelang
KESAN angker rumah tahanan Polres Magelang tetap saja ditakuti oleh para tersangka. Bahkan imej menakutkan dalam perkembangan zaman sekarang ini, masih terpatri dibenak para calon penghuni di kamar tahanan tersebut.
Ada kesan tersendiri bagi para tersangka yang akan menjadi calon penghuni kamar tahanan Polres Magelang ini. Pertama, mereka yakin para pelaku kejahatan merasa ngeri jika tertangkap dan diperiksa di Mapolres Magelang.
Entah apa sebabnya, yang jelas tanpa memakan waktu lama pasti tersangka dengan cepat mengaku dan menjelaskan apa yang ia perbuat dengan menyebutkan sejumlah teman dan modus operandinya. Itu dulu, sekitar tahun 1980-an, belum ada yang namanya reformasi, karena gayeng-gayengnya digalakkan OPK atau yang lebih kerennya disebut petrus.
Kedua, jika dijebloskan ke kamar tahanan, tersangka tidak lagi berhadapan dengan anggota, namun harus kuat menahan 'bayangan' yang menakutkan dan sering mengganggu.
Gendruwo, jenis lelembut yang satu ini, baik menurut penuturan para penghuni kamar tahanan dan warga asrama Polres Magelang, bukan hal baru. Seringnya muncul dan ****tahui banyak orang. Lokasinya di dua sel dari sekitar tujuh kamar tahanan.
Sekitar tahun 1986 ada seorang penghuni kamar tahanan yang mendadak keluar dari kamar tahanan. Padahal, dalam keadaan terkunci. Tahanan itu dengan enaknya keluar masuk ke gudang senjata. Selanjutnya dengan suara histeris dan membawa sejumlah peluru berlari di sekitar asrama. Kejadian tersebut terulang lagi, dengan kaburnya sejumlah tahanan ketika mandi. Setelah ditangkap kembali, mereka menceritakan, mereka melihat seorang lelaki tinggi besar akan menangkapnya.
Dengan sejumlah kejadian itu akhirnya ada dua kamar tahanan yang tidak ditempati. Jika dipaksakan, hanya bertahan satu malam, karena keesokan harinya yang ditahan di kamar itu minta dipindahkan. Hingga sekarang, berapapun jumlah tahanan, yang jelas dua kamar tahanan itu tetap kosong, yang hingga sekarang kondisinya kian kusut dan tak terurus.
Mungkinkah tewasnya tersangka Sur (40) penduduk Talun Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, yang gantung diri di kamar tahanan Polres Magelang Selasa lalu, akibat 'digantung' penunggu kamar tahanan? Entahlah. Boleh tidak percaya, misteri di balik kamar tahanan Polres Magelang yang angker dan sangat ditakuti para tahanan. Ingin membuktikan, ya harus jadi tersangka dulu.
KESAN angker rumah tahanan Polres Magelang tetap saja ditakuti oleh para tersangka. Bahkan imej menakutkan dalam perkembangan zaman sekarang ini, masih terpatri dibenak para calon penghuni di kamar tahanan tersebut.
Ada kesan tersendiri bagi para tersangka yang akan menjadi calon penghuni kamar tahanan Polres Magelang ini. Pertama, mereka yakin para pelaku kejahatan merasa ngeri jika tertangkap dan diperiksa di Mapolres Magelang.
Entah apa sebabnya, yang jelas tanpa memakan waktu lama pasti tersangka dengan cepat mengaku dan menjelaskan apa yang ia perbuat dengan menyebutkan sejumlah teman dan modus operandinya. Itu dulu, sekitar tahun 1980-an, belum ada yang namanya reformasi, karena gayeng-gayengnya digalakkan OPK atau yang lebih kerennya disebut petrus.
Kedua, jika dijebloskan ke kamar tahanan, tersangka tidak lagi berhadapan dengan anggota, namun harus kuat menahan 'bayangan' yang menakutkan dan sering mengganggu.
Gendruwo, jenis lelembut yang satu ini, baik menurut penuturan para penghuni kamar tahanan dan warga asrama Polres Magelang, bukan hal baru. Seringnya muncul dan ****tahui banyak orang. Lokasinya di dua sel dari sekitar tujuh kamar tahanan.
Sekitar tahun 1986 ada seorang penghuni kamar tahanan yang mendadak keluar dari kamar tahanan. Padahal, dalam keadaan terkunci. Tahanan itu dengan enaknya keluar masuk ke gudang senjata. Selanjutnya dengan suara histeris dan membawa sejumlah peluru berlari di sekitar asrama. Kejadian tersebut terulang lagi, dengan kaburnya sejumlah tahanan ketika mandi. Setelah ditangkap kembali, mereka menceritakan, mereka melihat seorang lelaki tinggi besar akan menangkapnya.
Dengan sejumlah kejadian itu akhirnya ada dua kamar tahanan yang tidak ditempati. Jika dipaksakan, hanya bertahan satu malam, karena keesokan harinya yang ditahan di kamar itu minta dipindahkan. Hingga sekarang, berapapun jumlah tahanan, yang jelas dua kamar tahanan itu tetap kosong, yang hingga sekarang kondisinya kian kusut dan tak terurus.
Mungkinkah tewasnya tersangka Sur (40) penduduk Talun Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, yang gantung diri di kamar tahanan Polres Magelang Selasa lalu, akibat 'digantung' penunggu kamar tahanan? Entahlah. Boleh tidak percaya, misteri di balik kamar tahanan Polres Magelang yang angker dan sangat ditakuti para tahanan. Ingin membuktikan, ya harus jadi tersangka dulu.
Langganan:
Postingan (Atom)


